Sebenarnya saya malas mengungkap rahasia ini. Rahasia yang membuat kenapa saya ngeblog. Sebernarnya saya berat mengungkap manfaat dibaliknya. Biar saya sendiri saja yang pintar. Biar saja orang lain tekungkung oleh media-media konvensional seperti teve dan radio yang hanya bergerak statis. Tapi
leysbook.com telah mengubah dan menghilangkan ego ini. Dengan iming-iming hadiah, Saya pun relah membeberkan alasan membuat blog.
Perhatikan baik-baik:1. Dipaksa untuk menulis, jadi suka menulis, dan akhirnya menjadi penulis di medianya sendiriSiapakah orang yang paling benci menulis sejagad raya? Saya (dulu). Selama kuliah Saya hampir tidak pernah mencatat. Karena mencatat berarti menulis. Dan saya malas untuk itu. Saya termasuk mahasiswa di salah satu universitas top di Indonesia yang saat ujian essay diberi pesan singkat seperti ini sama dossennya, "sebenernya kamu bisa dapat nilai 90, tapi karena tulisanmu jelek, Saya sulit membaca tulisanmu. Jadi saya kasih nilai 55". Trus kata dosen," kalau mau jadi orang kreatif sukses karena kamu gak bisa gambar, jadi penulis aja, dan kamu bikin blog sebagai portfolio kamu nanti."Saya terpaksa membuat blog.
Setelah sebulan memaksakan diri nulis di blog, otak jadi encer saat menulis. Bahkan tanpa harus berpikir. Jari jadi terbiasa mengetik sebuah kata hingga berakhir menjadi beribu-ribu kalimat. Lalu setelah membaca tulisan sendiri, Saya
shock, inikah tulisan yang dihasilkan dari tangan busuk yang seumur-umur paling hina jika disuruh merangkai kata? Menulis jadi hal yang adiktif saat itu hingga sering diberi pekerjaan untuk menulis, yang tanpa di sadari saya telah mendirikan sebuah perusahaan media yang mempunya pembaca sendiri. Tanpa harus ribet mengurus perizinan usaha ke pemerintah, tanpa harus membayar gaji karyawan, tanpa harus menyewa kantor, dan bebas pula. Perusahaan itu ya.. blog saya sendiri.
Setiap harinya Kita dituntut untuk menulis. Mengejar deadline, supaya pembaca tidak kehabisan bahan bacaan. Supaya pembaca tidak menunggu dan akhirnya meng
un follow atau me
remove link blog kita. Cap Jurnalis pun dirasa layak disematkan pada setiap individu yang rajin menulis di blog. Setidaknya mereka sudah menjadi "Mass Journalist" secara otomatis.
Sarana manipulasi terbaikBisa saja yang saya tulis diatas adalah bohong dan omong kosong. Tak ada yang tahu ini kan? Mungkin saja saya pura-pura jadi penulis, pura-pura jadi mahasiswa di universitas top. Padahal, mungkin cuma seorang penjaga warnet yang seharian main internet yang rajin menulis di blognya. Mungkin juga saya cuma seorang kakek yang jago menulis dengan bahasa gaul sehingga menghabiskan waktu menunggu ajalnya sambil ngeblog dan berkamuflase menjadi pemuda gaul yang gak pernah memikirkan ajal.. Kita bisa menulis apapun di blog, menjadi siapapun, dan menulis dimanapun kita mau. BEBAS.
3. Kita Jadi PentingDikehidupan nyata, mungkin banyak dari kita yang gak berani menyampaikan sebuah aspirasi, gagasan, ataupun keluhan. Mungkin karena kita merasa tidak penting hingga takut tak di dengar. Kita merasa kecil. Karena kita selalu dibanding-bandingkan oleh orang di depan kita, atau bahkan orang lain yang tak kita tahu. Kita malu karena tekanan sosial, terlalu banyak pandangan mata yang melihat kita sebagai individu. Melihat secara fisik yang akhirnya membuat kepercayaan diri kita terusik.
Blog telah menjadikan kita penting. Orang tak perlu melihat fisik atau individu, cukup melihat gagasan, aspirasi dan kreasi. Tak perlu takut dibandingkan secara langsung. Jangan khawatir, di blog mereka tak tau siapa kita. Mereka hanya tau gagasan kita. Mungkin kita akan terkenal dan jadi orang penting lewat apa yang kita keluarkan. Bukan pada fisik atau sosok. Keluhan kita akan dibaca, walau sekecil apapun. Jempol kita yang hanya terjepit pun akan segera mendapat perhatian dan komentar orang saat kita menuliskannya di blog. Karena di blog semuanya penting.
4. Bebas, Bebas, Bebas.Jika berhungan dengan blog. Saya jamin semuanya bebas. Bebas membuat accountnya, bebas membaca isinya, dan bebas mempromosikannya. Saya tidak berani bilang itu gratis. Tapi bebas. Bebas dan gratis beda filosofinya. Di blog, kita bebas membuat accountya. tapi biaya koneksi internetnya tidak gratis kan? (untuk saat ini). Kita bebas membaca tulisan berupa curhatan dan pemikiran orang lain. Mungkin jika di dunia nyata, kita harus membelinya di toko buku, atau kalau mau gratis, ya mencuri diary orang itu. Tapi akan dibayar dengan sebuah bogem matang atau tinggal di jeruji besi. Mambaca tulisan orang lain buka berarti gratis, mungkin kita akan meminum secangkir kopi atau teh hangat sambil ditemiani cemilan saat membacanya. Itu semua tidak didapatkan dengan gratis bukan? Di dunia ini tidak ada yang gratis bung.. :).
5. Uang, uang, uang.Kalau memang niat, cukup menulis dengan rajin di blog dan tulisannya dibuat bermanfaat, kita bisa dapat uang. Tak perlu harus melewati tumpukan ribuan kendaraan . Cukup di rumah. menulis dengan ditemani segelas juz, teh, susu, atau cokelat panas. Sudah bebas, menghasilkan pula. Contohnya ini. Saya menulis sepanjang ini untuk lagi kalo bukan demi hadiah yang diiming-imingi
leysbook.com. Tak dapat pun tak apa. Tak ada yang dirugikan. Sama-sama untung. Peserta lombanya jadi bertambah, dan saya setidaknya telah membuat sebuah postingan blog untuk dibaca hari ini.
*Maaf jika tulisan saya kali ini tidak dalam kaidah bahasa gaul. Maklum, sedang belajar menulis dengan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Maybe next time :D