Kamis, 21 April 2011
Antara Ibu Kita Kartini dan Ibu Kita Sendiri
Kartini dikenang karena karangannya yang kata orang inspiratif. Tapi ibu saya, berbuat hal lebih hebat dari sekedar karangan dan curhatan. Ibu saya telah berhasil menuliskan masa depan yang lebih dari sekedar inspiratif di dalam catatan hidup saya. Dia menulisnya dengan kerja keras, keringat, dan doa.
Untuk menghargai jasa beliau, ingin rasanya saya bernyanyi. Mungkin lagu Ibu Kita Kartini sudah relevan jika harus berubah, Mari kita kita mengenang jasa Ibu Kita Sendiri..
Ibu Kita Sendiri
Ketukan: 4/4...
Ibu kita sendiri
Ibu sejati
Penuh dengan cinta
Harum namanya
Ibu kita sendiri
Pendekar kita
Pelindung anaknya
Dari bahaya
Reff:
Wahai ibu kita sendiri
Ibu yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Untuk anaknya
Wahai ibu kita sendiri
Ibu yang terhebat
Rela berkorban apa saja
Demi anaknya
Intro:
Ibu kita sendiri
Ibu mandiri
Ibu yang berjasa
Untuk keluarga
Selesai!!
Rabu, 29 September 2010
Peran Manusia Dalam Berperan
Zaman terus melaju bak roket. Tak terhadang, bahkan terus menjulang. Banyak perangkat teknologi tercipta, semua hanya untuk pemenuh kebutuhan si khalifah (Manusia). Jika pun ada perangkat untuk hewan dan tumbuhan, itu hanya sebuah cara agar manusia tetap bisa memanfaatkan mereka.
Jika dirunut dari rantai makanan, sebenarnya manusia tak berperan sama sekali di ekosistem. Manusia tak dibutuhkan bagi rantai makanan. Ada atau tak adanya manusia, bumi masih tetap akan berputar dan tetap ada. Bahkan bumi cenderung akan lestari dengan semua hal di sana yang akan tetap terjaga. Bumi lebih membutuhkan bakteri ketimbang manusia.
Dari semua perangkat teknologi yang tercipta, perangkat penunjang kenarsistikanlah yang menjadi idola. Dari mulai TV, Radio, hingga internet. Manusia memang terlahir narsis. Terima atau tidak, secara reflek manusia ingin disanjung, dikenal, walau dalam sekala kecil. Facebook, Twitter, Blog, dan Youtube adalah revolusi baru yang kian memanjakan sifat narsistik manusia, dimana sebuah status begitu penting perannya, sebuah video amatir begitu besar dampaknya
Setiap harinya manusia-manusia itu mengisi status hidup mereka, mereka ingin dilihat, dikenal di “ada” kan. Seindah-indahnya hidup manusia adalah yang dihargai keberadaanya. Praktis tak ada kegiatan manusia kecuali bertujuan untuk memenuhi sebuah sifat narsistik. Berbagai cara dilakukan dan berbagai gaya dipraktekan. Mereka menulis cerita, mengisi status dan berlagak di video. Adu suara di pentas musik atau adu bicara di pentas politik? Kenarsistikan ini memang terus mewabah, tapi diharap sang manusia tetap tunduk kebawah saat menghadap ke penciptanya, Yang Maha Megah. Karena memang dialah yang secara absolut pantas untuk menyombongkan diri, menonjolkan diri, dan pantas untuk ingin dikenal. Manusia mungkin tak punya peran di ekosistem, tapi bumi tak akan semenarik ini jika tak ada manusia-manusia narsis ini di dalamnya. :)
Rabu, 26 Mei 2010
Obrolan Ringan yang Melahirkan Fiksi Mini
Aku pemain biola yang menyukainya. Temanku yang pelukis juga suka padanya. Tapi Ternyata dia lebih memilih dilukis. Ingin dilukis bersamaku.
---- ---
Cerita diatas yang kebetulan berjumlah 140 karakter ini awalnya merupakan kutipan obrolan dengan kawan, perihal seorang wanita. Setelah obrolan itu, saya membaca blognya mbak Wi3nda yang menundang bagi yang suka menulis untuk memposting sebuah cerita pendek berdurasi maksimal 140 karakter (fiksimini).
Mungkin kutipan ini agak menyakitkan bagi kawan saya. Karena di cerita di atas, dia melakoni seorang pelukis, dan saya tentu yang menjadi lawan mainnya (bermain biola). Kami sedang berhayal bagaimana jika kita bertindak sebagai Stupid Backpaker yang kehabisan uang di tengah perjalanan. Dan dengan modal kebisaan kita, dia melukis, dan saya bermain biola. Kita pun saling bekerjasama mencari uang. Hingga datang seorang gadis yang secara mantap memecah belah konsep awal kita bermain biola dan melukis.
Jika gadis itu datang, siapa yang ia pilih? Saya pun membuat konsep cerita di atas itu.
Tapi tenang, saya sudah meminta izin padanya, walau dengan berat hati dia memperbolehkannya. Karena jika saya beruntung dan menang, karakternya akan tetap hidup dan dikenang sebagai watak yang "kalah".
Kamis, 22 April 2010
Namaku Begitu Populer Hari Ini
Berkaca pada bumi
Dengan air hitam terpolusi
Merenung pohon dan ranting
Dicampakan daun kering
Aku hanya bisa bersajak
Tanpa pernah bertindak
Mengharap inspirasi dari runtuhnya populasi
Sebuah karya tercipta dari konsep polusi
Manusia.. Manusia..
Mengaku bisa membuat segala
Tak sanggup pertahankan yang ada
Manusia.. Manusia
Aku satu dari berjuta
Contoh hina sok bicara lingkungan
Selasa, 23 Maret 2010
Indra
Seakan tak mau kalah, indra pendengar pun ikut dimanjakan oleh suara-suara merdu pencerah jiwa. Setetes air yang jatuh, runtuhan batu kecil, hentakan kaki berirama yang menginjak tanah, dan dibalut oleh gema yang semakin memperkokoh karakter setiap bunyi.
Indra perasa juga tak tinggal diam, rasa takut, sedih, takjub, dan haru berkecamuk di dalam diri. Membuat hidup bergairah dan terkadang penuh amarah. Pedihnya kaki setiap melangkah karena menginjak kerikil, dinginya hawa yang menusuk hingga ke tulang, pengapnya udara akibat terselimut dinding lorong. Rasa membuat hidup kuat dan kaya.
Setiap indra seakan menjadi pembimbing setia untuk menuju ke sebuah pembelajaran yang hakiki..
Selasa, 16 Maret 2010
Nyepi
Minggu, 14 Februari 2010
Tahunnya Macan Untuk Diberi Kasih Sayang
Anjing, ayam, babi, kambing, kelinci, monyet, kerbau, kuda, macan, naga tikus, ular, kecuali naga, mungkin mereka masih bernafas lega. Mereka selamat untuk saat ini. TApi bagi Macan? Dia yang paling kritis dan tragis hidupnya. Macan tutul di tahun lalu diperkirakan hanya bersisa 17 ekor. Sedang Harimau Sumatra hanya menyisakan 300 ekor individu dewasa.
Saya cukup bosan berbicara kasih sayang antar manusia. Mari bicara kasih sayang dengan konteks yang lebih luas. Kasih sayang sesama mahluk Tuhan. Mungkin Anda bisa menentukan sendiri nasib macan di tahunnya ini. Anda bisa membuat Tahun ini adalah tahun dimana macan bisa hidup lebih aman, terlindungi, dan mungkin lestari. Atau malah bisa Anda buat tahun ini adalah Tahun dimana macan hanya tinggal berbentuk simbol boneka dan sebuah shio.
Percaya atau tidak, jika hewan, tumbuhan, dan mikroba atau sejenisnya punah, pengaruhnya sangat besar pada ekosistem bumi. Tapi jika manusia punah, tak akan berpengaruh apa-apa pada lingkar ekosistem. Mungkin ekosistem dan fungsi rantai makanan malah membaik dan berfungsi seperti sedia kala. Kehidupan di bumi sudah ada sebelum manusia itu sendiri ada. Tuhan menurunkan manusia ke bumi karena di sana kebutuhan manusia bisa terpenuhi. Tapi tampaknya kebutuhan itu tidak akan pernah terpenuhi, mengingat sifat tamak manusia itu sendiri.
Manusia hanya pelengkap, penjaga, atau malah penghancur bagi bumi.

.jpg)
