Sabtu, 06 Februari 2010

Buah Apel

Tiga hari dihadapkan terus dengan buah apel. Seperti ada isyarat untuk merenung tentang buah ini. Buah yang eksotis. Pelambang pengetahuan. Pendobrak inspirasi. Tapi saya pun Mau muntah rasanya makan buah ini terus.

Siapa sangka dulu buah itu begitu dilarang. Bahkan kitab suci pun turut men"sakral"kan buah itu agar jauh di tangan manusia. Bahkan haram untuk didekati Adam dan Hawa (Adam & Eve). Khuldi, Malus? Quran dan Alkitab menyebutnya. Walau bukan arti yang sesungguhnya. Tapi saya mau berspekulasi bahwa itu buah apel.

Teringat perkataan guru. "Jika ingin pintar dan hebat, jangan cuma melihat, membaca, dan menghafal. Terjunlah ke dalamnya. Bergumullah dengannya. Rasakan. Resapi. Jangan hanya dilihat atau diingat."

Mungkin dulu Adam maupun HAwa tampil telanjang di surga. MEreka tak malu satu sama lain. Mereka hanya tahu kebaikan dan kebenaran. Hingga mereka tergoda iblis untuk mencicipi buah Khuldi /Malus.




Dan mata mereka terbuka.

Terbuka karena hukuman Allah yang menurunkan mereka ke bumi. Terbuka karena mereka tahu letak kesalahan mereka. Terbuka hingga mereka mengerti rasa malu dan menutupi tubuh mereka dengan kain atau baju.

Jelas Tuhan Yang Maha Mengetahui tahu bahwa Adam akan turun ke bumi. Dia juga tahu bahwa akan ada jutaan manusia yang harus Dia ciptakan nantinya. Jika Adam & Hawa tetap disurga, akankah manusia-manusia ini tercipta? Mungkinkah lewat sebuah buah Tuhan ingin memberi pelajaran pada salah satu hambaNya itu? Mungkin beda ceritanya jika manusia pertama itu tidak mamakan buah itu. mereka akan di surga terus. bersenang-senang dalam kondisi nyaman. Tanpa tahu dosa. Tanpa tahu artinya kesalahan.


Berbeda dengan Isac Newton, yang hanya melihat apel jatuh dan tidak mengigitnya. Walau begitu dia tetap memperoleh sebuah pengetahuan dan pelajaran.

Teori Gravitasi..

Tapi tidak memperoleh pengetahuan yang seutuhya. Dia hanya melihat apel itu jatuh, tidak memakannya, dan teorinya bisa dipatahkan.

Teori meringankan tubuh.. Terbang... (Anti Gravitasi).

Mungkinkah gambar buah Apel tergigit di logo MACintosh melambangkan sebuah pengetahuan yang hakiki. Sebuah ilmu pengetahuan sejati? Mungkinkah arti kata byte berasal dari kata bite (mengggit) hanya karena jumlah terkecil data komputer bisa "menggigit" dalam saat bersamaan yang dikenal juga dengan sebutan "8-bite byte"? Mungkin saja. Karena ini sebuah spekulasi tentang buah apel.

Jika ingin memakan buah pengetahuan sejati, kita haru mengambil dan memetik langsung dari pohonnya. Pengetahuan sejati harus dipetik dan dirasakan sendiri. Tak bisa hanya dilihat dan diingat.

Saya pun mendapat pelajaran berharga dari memakan buah ini.


"Terlalu banyak makan apel di kulkas hingga habis menyebabkan sakit perut yang tak berkesudahan dan meningkatkan kecemburuan sosial di lingkungan keluarga"

Selasa, 26 Januari 2010

Pagi


Fenomena sebuah pagi
Memberi banyak arti
Menghujamkan sinar inspirasi
Menerpa raga merasuk ke pori
Menyebarkan benih-benih ekxpresi
Dari gerak hingga simfoni
Dari puisi hingga imaji
Ayo, lekas cari
Karena pagi sekelebat pergi.

Sabtu, 09 Januari 2010

10-01-10!!!

Jumat, 01 Januari 2010

Ini Bukan Ucapan Selamat Tahun Baru

Ledakan berjuta mercon,
Terpaan ribuan decibel terompet
Teriak histeris jenis-jenis manusia.
Dan hanya untuk sekedar berteriak
Selamat tahun baru 2010?

Bagiku tahun baru adalah tahun lalu
Karena sekarang tak ada yang baru
Tak ada ayah
Dan semua terberai
Tertarik arus euforia sesaat
Hanya melekat bagai debu

Bagiku tahun baru adalah tahun lalu
Dimana ibu, ayah dan kakak menempel di bahuku,
Membiarkan air mata mereka menetes lembut dibajuku
Hingga melekat bagai akar jutaan tahun
Tertanam kuat menjadi kenangan

Ya, Bagiku itulah tahun baru
Yang akan selalu tertanam
Hingga ku terpendam dalam tanah


Rabu, 30 Desember 2009

Dengan Berat Hati, Saya Akan Beberkan Khasiatnya!

Sebenarnya saya malas mengungkap rahasia ini. Rahasia yang membuat kenapa saya ngeblog. Sebernarnya saya berat mengungkap manfaat dibaliknya. Biar saya sendiri saja yang pintar. Biar saja orang lain tekungkung oleh media-media konvensional seperti teve dan radio yang hanya bergerak statis. Tapi leysbook.com telah mengubah dan menghilangkan ego ini. Dengan iming-iming hadiah, Saya pun relah membeberkan alasan membuat blog.

Perhatikan baik-baik:

1. Dipaksa untuk menulis, jadi suka menulis, dan akhirnya menjadi penulis di medianya sendiri

Siapakah orang yang paling benci menulis sejagad raya? Saya (dulu). Selama kuliah Saya hampir tidak pernah mencatat. Karena mencatat berarti menulis. Dan saya malas untuk itu. Saya termasuk mahasiswa di salah satu universitas top di Indonesia yang saat ujian essay diberi pesan singkat seperti ini sama dossennya, "sebenernya kamu bisa dapat nilai 90, tapi karena tulisanmu jelek, Saya sulit membaca tulisanmu. Jadi saya kasih nilai 55". Trus kata dosen," kalau mau jadi orang kreatif sukses karena kamu gak bisa gambar, jadi penulis aja, dan kamu bikin blog sebagai portfolio kamu nanti."Saya terpaksa membuat blog.

Setelah sebulan memaksakan diri nulis di blog, otak jadi encer saat menulis. Bahkan tanpa harus berpikir. Jari jadi terbiasa mengetik sebuah kata hingga berakhir menjadi beribu-ribu kalimat. Lalu setelah membaca tulisan sendiri, Saya shock, inikah tulisan yang dihasilkan dari tangan busuk yang seumur-umur paling hina jika disuruh merangkai kata? Menulis jadi hal yang adiktif saat itu hingga sering diberi pekerjaan untuk menulis, yang tanpa di sadari saya telah mendirikan sebuah perusahaan media yang mempunya pembaca sendiri. Tanpa harus ribet mengurus perizinan usaha ke pemerintah, tanpa harus membayar gaji karyawan, tanpa harus menyewa kantor, dan bebas pula. Perusahaan itu ya.. blog saya sendiri.

Setiap harinya Kita dituntut untuk menulis. Mengejar deadline, supaya pembaca tidak kehabisan bahan bacaan. Supaya pembaca tidak menunggu dan akhirnya meng un follow atau meremove link blog kita. Cap Jurnalis pun dirasa layak disematkan pada setiap individu yang rajin menulis di blog. Setidaknya mereka sudah menjadi "Mass Journalist" secara otomatis.

Sarana manipulasi terbaik

Bisa saja yang saya tulis diatas adalah bohong dan omong kosong. Tak ada yang tahu ini kan? Mungkin saja saya pura-pura jadi penulis, pura-pura jadi mahasiswa di universitas top. Padahal, mungkin cuma seorang penjaga warnet yang seharian main internet yang rajin menulis di blognya. Mungkin juga saya cuma seorang kakek yang jago menulis dengan bahasa gaul sehingga menghabiskan waktu menunggu ajalnya sambil ngeblog dan berkamuflase menjadi pemuda gaul yang gak pernah memikirkan ajal.. Kita bisa menulis apapun di blog, menjadi siapapun, dan menulis dimanapun kita mau. BEBAS.

3. Kita Jadi Penting

Dikehidupan nyata, mungkin banyak dari kita yang gak berani menyampaikan sebuah aspirasi, gagasan, ataupun keluhan. Mungkin karena kita merasa tidak penting hingga takut tak di dengar. Kita merasa kecil. Karena kita selalu dibanding-bandingkan oleh orang di depan kita, atau bahkan orang lain yang tak kita tahu. Kita malu karena tekanan sosial, terlalu banyak pandangan mata yang melihat kita sebagai individu. Melihat secara fisik yang akhirnya membuat kepercayaan diri kita terusik.

Blog telah menjadikan kita penting. Orang tak perlu melihat fisik atau individu, cukup melihat gagasan, aspirasi dan kreasi. Tak perlu takut dibandingkan secara langsung. Jangan khawatir, di blog mereka tak tau siapa kita. Mereka hanya tau gagasan kita. Mungkin kita akan terkenal dan jadi orang penting lewat apa yang kita keluarkan. Bukan pada fisik atau sosok. Keluhan kita akan dibaca, walau sekecil apapun. Jempol kita yang hanya terjepit pun akan segera mendapat perhatian dan komentar orang saat kita menuliskannya di blog. Karena di blog semuanya penting.

4. Bebas, Bebas, Bebas.

Jika berhungan dengan blog. Saya jamin semuanya bebas. Bebas membuat accountnya, bebas membaca isinya, dan bebas mempromosikannya. Saya tidak berani bilang itu gratis. Tapi bebas. Bebas dan gratis beda filosofinya. Di blog, kita bebas membuat accountya. tapi biaya koneksi internetnya tidak gratis kan? (untuk saat ini). Kita bebas membaca tulisan berupa curhatan dan pemikiran orang lain. Mungkin jika di dunia nyata, kita harus membelinya di toko buku, atau kalau mau gratis, ya mencuri diary orang itu. Tapi akan dibayar dengan sebuah bogem matang atau tinggal di jeruji besi. Mambaca tulisan orang lain buka berarti gratis, mungkin kita akan meminum secangkir kopi atau teh hangat sambil ditemiani cemilan saat membacanya. Itu semua tidak didapatkan dengan gratis bukan? Di dunia ini tidak ada yang gratis bung.. :).

5. Uang, uang, uang.

Kalau memang niat, cukup menulis dengan rajin di blog dan tulisannya dibuat bermanfaat, kita bisa dapat uang. Tak perlu harus melewati tumpukan ribuan kendaraan . Cukup di rumah. menulis dengan ditemani segelas juz, teh, susu, atau cokelat panas. Sudah bebas, menghasilkan pula. Contohnya ini. Saya menulis sepanjang ini untuk lagi kalo bukan demi hadiah yang diiming-imingi leysbook.com. Tak dapat pun tak apa. Tak ada yang dirugikan. Sama-sama untung. Peserta lombanya jadi bertambah, dan saya setidaknya telah membuat sebuah postingan blog untuk dibaca hari ini.

*Maaf jika tulisan saya kali ini tidak dalam kaidah bahasa gaul. Maklum, sedang belajar menulis dengan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Maybe next time :D

Selasa, 22 Desember 2009

It's Caelld Hynpoitc Wirtnig

Gue yiakn tuilssan ygng hruuf-hruufyna terbalik kayak gini. ni ptasi msahi bsia dbicaa. Tnapa dideit tuilasn gue eamng kcau begin.Ini uadh jdai pneyaikt geu drai dulu. Oatk dna jrai gue eamg gak bsia bsatru saat nluis.maakyna hbais nluis, hraus geu dideit burealng klai. itu pun msaih teetp ada ktaa ynag trebalik. Etnah ini teramusk jiens pnyaeikt pdaa oatk, aatu cmua kbeiasan terburur-bruu gue ynag terus mengakar di oatk.

Gue yiakn, dibadning tlusian a4ly, tuilasn gue msaih sngaat jeals utunk dbicaa, buktinya ornag-orang masih laancr bcaa tlusian ini. Mnugikn bgai oatk ktia, utarun hruuf drai ktaa tadik jdai mlsaaah, akasaln huurf ptmeraa dan trakhier badera di teapmt ynag. Ssainyabsia diaack dan ktia msiah bsia mbacemanya yapna mlasaah. Hal itu keanra oatk msianuatiadk memacba seitap huruf, tpai stau ltaa secara keelsurhaun. Apa oatk ktia ynag maalh sduah trehpinoiss oelh sbeuah ktaa-ktaa ? Mnugikn ini ynag desiubt Hnypoitc Writnig.

Kamis, 10 Desember 2009

Dis-sinkronisasi Otak, mulut, dan Jari Tingkat Akut

Kini daku berupaya mendayagunakan penggalan-penggalan kalimat yang tertera apik di KBBI. Mungkin saripati dari tulisan ini sangat disharmoni untuk terabsorbsi di otak dikau yang mungkin sudah mengalami kompleksitas akut. Jangankan dikau, daku pun mengalami disfungsi otak semi permanen karena memaksa otak secara absolut untuk merangkai kalimat-kalimat yang sedikit mirip bahasa DOS ini. Apa daya, mulut ingin meracau, tapi takut suaranya teresonansi yang akhirnya menghasilkan distorsi di gendang telinga ekosistem sekitar. Tangan ini juga ingin mendeskriptifkan racauan lewat varian garis-garis dan bentuk, tapi takut garis dan bentuk deskriptif dari tangan kaku ini membuat mata mereduksi fungsi retina.


Akhirnya pilhan yang sedikit bijak untuk mendistribusikan gairah absurd "bingung mau berbuat apa ini" jatuh dan tertuang lewat tulisan yang berakar dari 10 jari asimetris yang sebenarnya belakangan kurang sinkron dengan kinerja otak dan mulut. Tapi yaa.. sudah lah. Yang terpenting sudah tertulis dan tersirat. Tak risau dengan hasil. Nikmati saja prosesnya. Ajimumpung. Mumpung sedang tidak inspratif, mumpung sedang tidak kreatif, mumpung menulis menjadi sesuatu yang adiktif, dan mumpung terobsesi menjadi penulis yang dedikatif, walau hanya membuat tulisan fiktif.